Jumat, 11 Juni 2010

Ethical Hacker

          Pengertian

Hacking merupakan upaya yang dilakukan untuk mengakses sistem atau computer orang lain pada jaringan atau sistem informasi tanpa memiliki ijin. Dengan kata lain, melakukan akses kedalam system secara illegal. Pelaku hacking dapat dibedakan menjadi 4 macam :

Hacker
Pelaku hacking yang bertujuan menyampaikan informasi kelemahan dan sekolah saran/solusi  kepada pemilik sistem dalam meningkatkan mekanisme keamanannya.
Cracker
Pelaku hacking yang bertujuan merusak sistem yang dikuasainya.
Carder
Pelaku hacking yang bertujuan untuk memperoleh akun kartu kredit dan menggunakannya dalam layanan e-commerce.

Phreaker
Pelaku hacking yang mengkhususkan dirinya pada pembobolan sistem komunikasi.

Hactivisme merupakan tindakan pelaku hacking dalam rangka menyuarakan pesan-pesan yang termotivasi dari kejadian-kejadian sosial dan politik. Media internet menjadikan sarana untuk menyampaikan protes atau pesan moral lainnya.

Tujuan Hacking

Usaha yang dilakukan pelaku hacking, yaitu memfokuskan diri untuk melakukan serangan yang dapat menembus keamanan sistem computer, keamanan sistem computer mencakup 4 unsur dasar yaitu:
      
      Kerahasiaan
Kegiatan hacking disini berusaha untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan akun pengguna, password, informasi dan data-data penting lainya dari pemilik sistem.
 
      Keaslian
Melakukan penyamaran perangkat atau program lain sehingga memiliki akses ke sumber daya jaringan atau sistem. Kegiatan ini biasanya banyak terjadi pada infrastruktur jaringan computer wireless.

      Keterpaduan
Memanipulasi data atau informasi dalam suatu layanan sehingga menghasilkan pesan yang berbeda.
      Ketersediaan
Menyebabkan sumber daya jaringan atau sistem informasi menjadi tidak lagi tersedia, rusak atau terganggu. Dengan kata lain membuat sistem target tidak dapat beroperasi dan jaringan computer mengalami kemacetan. 

Ethical Hacker

Merupakan seorang yang  berprofesi sebagai tenaga ahli di bidang keamanan sistem yang menerapkan kemampuan hacking untuk tujuan pertahanan dari para pelaku hacking.
Seorang ethical hacker lebih didefinisikan sebagai seorang professional untuk keamanan system data. Etichal hacker selalu meminta ijin dari pemilik system untuk mengakses computer yang ada didalamnya, tentu saja berbeda dengan malicious hacker yang berusaha memasuki system secara illegal. Dalam prakteknya, Ethical hacker menggunakan perangkat lunak dan teknik yang juga dilakukan oleh malicious hacker untuk mencari kelemahan pada sistem dan jaringan komputer targetnya. Tugas yang dilakukan ethical hacker :
                        i.      Uji penetrasi
Melakukan usaha-usaha untuk memasuki system. Seperti layaknya seorang malicious hacker untuk mencari kelemahan-kelemahan system.
                      ii.      Uji keamanan
Mengamankan dan melindungi system, setelah menemukan kelemahan-kelemahan yang ada pada system dengan perangkat-perangkat dan teknologi yang dibutuhkan. 
   
Tujuan Ethical acker
      1. Melakukan hacking untuk mengeksploitasi kelemahan sistem dalam rangka update dan penyempurnaan         sistem.
      2, Melakukan hacking untuk mencari tahu dimana mulai bekerja mengamankan sistem.
      3. Menjamin semua informasi dan layanannya beroperasi seaman mungkin
Untuk menjadi seorang ethical hacker harus memiliki kemampuan seperti layaknya seorang malicious hacker, dahkan harus melebihinya. Hacker ini harus memiliki kemampuan lebih dalam bidang :

Computer programming

Computer and Networks

Operating system on multi platform

Kesabaran, ketahanan dan ketekunan yang tinggi merupakan kualitas yang penting untuk seorang ethical hacker mengingat waktu dan tingkat konsentrasi yang dibutuhkan untuk setiap upaya dan serangan yang dilakukan.

Jenis – jenis pengujian yang biasa dilakukan oleh sseorang untuk menjadi ethical hacker

a.     Black box
Pengujian dan evaluasi keamanan tanpa dibekali informasi apapun terkait sistem yang akan diuji.

b. White box
Pengujian dan evaluasi keamanan dengan dibekali informasi yang detail mengenai sistem keamanan yang akan diuji layaknya yang dimilki oleh seorang administrator jaringan.

c. Gray box
Memfokuskan diri pada uji dan evaluasi keamanan secara internal, dilakukan untuk mengetahui celah lain yang muncul dari dalam jaringan itu sendiri.
Ethical hacker bekerja dengan lebih terstruktur dan terorganisir sebagai bagian dari uji penetrasi dan audit keamanan kedalam system yang diuji. Beberapa aturan yang harus di sepakati oleh seorang ethical hacker

*Memperoleh otorisasi dari klien.
*Menjaga dan menjalankan kesepakatan dengan klien terkait dokumen yang dilaporkan.
*Menjaga kerahasiaan selama pengujian sistem.
*Menetapkan batasan pengujian yang dapat dilakukan.
 

Sabtu, 05 Juni 2010

Teknik Presentasi

Persiapan Presentasi

Ingat DAMS!
1. siapkan Diri
2. kenali Audiens
3. kuasai Materi
4. Simulasi

Siapkan Diri :
 Penampilan
 Kondisi Fisik
 Kondisi Mental
 
Kenali Audiens
 Latar Belakang Audiens
 Nama Juri

Kuasai Materi
 Slide yang informatif/ubah teks menjadi visual
 Buat list pertanyaan dan jawaban

Simulasi
 Undang temen-teman
 Hitung Waktu
 Di Depan cermin

Yang harus diperhatikan selama presentasi adalah :
1. Sikap tubuh
2. Bahasa tubuh / gerakan-gerakan tubuh
3. Kontak Mata
4. Atur tempo nada suara

dalam presentasi, jangan melakukan :
1. Slide yang dipenuhi dengan tulisan-tulisan
2. Tulisan-tulisan terlalu kecil
3. Pemilihan gambar yang tidak sesuai
4. Mempresentasikan untuk diri sendiri
5. Matikan HP!
dan jangan lupa setelah presentasi ucapkan syukur alhamdulillah

by : Ariana Yunita

Rabu, 26 Mei 2010

Bondan Prakoso faet Fade 2 Black

Ya Sudahlah

            A                E
ketika mimpimu yang begitu indah
                Bm            F#m
tak pernah terwujud ya sudahlah
              A                E
saat kau berlari mengejar anganmu
                  Bm           F#m E
dan tak pernah sampai ya sudahlah

[chorus]
A              E 
apapun yang terjadi 
          Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A                E
janganlah kau bersedih
           Bm              F#m E
cause everythings gonna be ok

A
satu dari sekian kemungkinan
E
kau jatuh tanpa ada harapan
Bm
saat itu raga kupersembahkan
F#m
bersama jiwa cita-cita dan harapan

     A
kita sambung satu persatu sebab akibat 
  E
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
  Bm
menuntun ke arah mata angin bahagia
F#m
kau dan aku tahu jalan selalu ada 

        A
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang 
E
bagai deras ombak yang menabrak karang 
  Bm
namun ku tahu ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
F#m            E
hadapi bersamaku hingga akhir datang

               A               E
saat kau berharap keramahan cinta 
                 Bm          F#m
tak pernah kau dapat ya sudahlah yeah 
                A                     E
dengar ku bernyanyi lalalalala heyeyeyeyeyayaya 
                Bm      F#m        E
dedum dedudedadedudidam semua ini belum beakhir

[chorus]
A              E 
apapun yang terjadi 
          Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A                E
janganlah kau bersedih
           Bm              F#m E
cause everythings gonna be ok

D
satu kan langkah langkah yang beriring
E
genggam hati rangkul emosi
F#m               C#m
genggamlah hatiku satukan langkah kita
D
sama rasa tanpa pamrih 
E
ini cinta across the sea
F#m            C#m
peluklah diriku terbang bersamaku
D             E
melayang jauhh.. woo..woo.. yeeahhh.. (come fly with me, baby)


A
ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
E
sosok ini yg menerima kelemahan hati
Bm
yea..aku cinta kau.. ini cinta kita
F#m       
cukup satu waktu yes untuk satu cinta

A
satu cinta ini akan tuntun jalanku 
  E
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
Bm
rebahkan rasamu untuk yg ditunggu
  F#m     E
bahagia hingga ujung waktu

[chorus]
A              E 
apapun yang terjadi 
          Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A                E
janganlah kau bersedih
           Bm              F#m E
cause everythings gonna be ok

A              E 
apapun yang terjadi 
          Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A                E
janganlah kau bersedih
           Bm              F#m E
cause everythings gonna be ok

A              E 
apapun yang terjadi 
          Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A                E
janganlah kau bersedih
           Bm              F#m E A
cause everythings gonna be ok

Facebook, Haram atau Halal?



FACEBOOK, HARAM ATAU HALAL?

      Keberadaan Facebook (salah satu sarana komunikasi lewat dunia maya) bisa haram dan tidak. Sebagai contoh, pemanfaatan Facebook dalam rangka berkomunikasi guna menggali atau tukar ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat, hal itu tidak bisa dibilang haram. Namun, bila pemanfaatan Facebook untuk berkomunikasi dalam hal-hal yang terlarang, baik secara hukum positif di Indonesia, maupun menurut norma-norma Islam, maka penggunaan sarana tersebut bisa dikategorikan haram.
      Semua teknologi yang ada di dunia ini selalu bisa digunakan untuk hal positif dan negatif. Tergantung berada di tangan siapa teknologi itu. Misalnya saja sebuah pistol di tangan polisi akan menjadi bermanfaat untuk menumpas kejahatan. Tapi di tangan seorang perampok, pistol bisa digunakan untuk membunuh korbannya. Google bagi seorang mahasiswa seperti saya bisa digunakan untuk mencari materi kuliah, tapi di tangan orang lain bisa saja digunakan untuk mencari video porno, gambar porno dan sejenisnya. Begitu juga dengan facebook, di tangan saya facebook bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan teman saya, kadang juga untuk sarana diskusi dengan mahasiswa. Tapi mungkin saja di tangan orang lain facebook digunakan untuk menjelek-jelekkan orang lain. Jangan-jangan setelah facebook, nantinya blog  dan internet juga diharamkan bagi Indonesia.
      Ditambahkan juga, situs jejaring sosial seperti Facebook itu justru mempunyai peraturan yang sangat ketat. Salah satu contohnya, jika pengguna Facebook menampilkan foto dari dada ke atas, maka pengelola akan segera menutupnya. Jadi bisa dibilang, Facebook sudah mempunyai filter sendiri.


BEBERAPA ALASAN YANG MENYEBABKAB DIHARAMKANNYA FACEBOOK
  1. Penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja seseorang yang ingin mengambil keuntungan dengan menipu seseorang dengan menyamar memakai nama seseorang yang sudah di kenal sebelumnya. Hal ini merugikan pemilik nama aslinya karena mungkin saja informasi yang bersifat pribadi telah disampaikan ke tangan yang salah.
  2. Bisa membuat penggunanya lupa diri. Orang-orang yang sudah keranjingan facebook bisa membuat mereka jadi lupa diri, lupa waktu bahkan sampai lupa makan saking asyiknya online. Hal inilah yang membuat di larangnya facebook, bukan karena situsnya tetapi karena penggunanya tidak bisa mengatur waktu dengan baik, sehingga bisa melupakan hal yang penting yang merupakan kewajiban kita seperti sholat, apalagi facebook sekarang bisa di akses dimana saja selama ada sinyal.
  3. Transaksi seks terselubung. Meski belum jelas kabar beritanya, hal inilah yang menyebakan mengapa facebook sebagai salah satu situs jejaring sosial yang terkenal itu di haramkan. Padahal tidak semua orang mengetahui keberadaannya, hanya sebagian orang orang saja yang memanfaatkan situs yang sedang booming di dunia ini.
  4. Mengurangi interaksi secara langsung antara sesama. Jika selalu dan selalu meng-update status dimana saja, kita menjadi tidak perlu repot-repot untuk menemui seseorang yang menyebabkan berkurang interaksi antara sesama manusia.
  5. Maraknya perselingkungan melalui situs yang sedang booming didunia ini, padahal di dunia ini banyak situs jejaring sosial lainnya di dunia maya. Hal ini hanya di manfaatkan oleh orang orang yang pikirannya sudah negatif, selalu memanfaatkan teknologi untuk melakukan hal-hal yang negatif.
  6. Membuat kita menjadi kurang peka terhadap keadaan lingkungan sekitar, karena kita hanya memperoleh semua berita melalui situs. Tetapi kita lupa bahwa yang mengakses situs jejaring sosial itu tidak semua orang, hanya sebagian orang saja yang mampu menikmati adanya situs tersebut dan ini berhubungan dengan masalah ekonomi.
Manfaat Situs Jejaring Sosial bagi masyarakat
  1. Sebagai wadah silaturrahmi. Dengan adanya situs jejaring sosial seperti facebook, kita bisa berhubungan dengan siapa saja dimana saja dan kapan saja kita berada. Kita juga bisa menemukan seseorang yang kita cari atau orang yang lama tidak kita jumpai. Dengan begitu membuat kita serasa dekat dengan mereka karena kita selalu menjaga kontak.
  2. Bertukar pikiran. Kita bisa berdiskusi dan membuat forum kelompok belajar dalam facebook seperti membuat group. Sehingga kita bisa mengekplorasi hobi kita dalam group yang kita ikuti atau yang kita buat.
  3. Bisa menambah wawasan. Kita jadi menemukan atau bahkan kita bisa membuat hal-hal yang baru seperti, membuat group atau kita menemukan istilah-istilah yang benar-benar baru dan itu bisa menambah wawasan kita, jadi meskipun hanya menatap monitor kita bisa melihat berita terbaru melalui facebook.
  4. Menambah Teman. Kita bisa mencari seseorang yang cocok dengan kita. Misalnya punya hobi dan pekerjaan yang sama, atau punya selera humaor yang sama, atau hanya sekedar iseng mengisi waktu luang dengan menambah teman-teman yang bisa membuat kita memiliki banyak koneksi.
  5. Menghilangkan kejenuhan. Setelah seharian kita melakukan rutinitas yang membosankan, kita bisa sharing dan mencurahkan isi hati kita dalam situs jejaring sosial tersebut dan seorang dari teman kita bisa memberi komentar atau saran kepada kita
      Jadi, semua itu tergantung dari diri masing-masing. Bagaimana cara kita menanggapi dan menyikapinya. Kita bisa mengambil banyak manfaat ataupun melakukan hal yang merugikan orang lain itu tergantung dari diri kita masing-masing.

Sabtu, 17 April 2010

Profesionalisme Profesi

PANDANGAN

Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya.
Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya.
Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus.
Profesionalisasi adalah proses atau perjalanan waktu yang membuat seseorang atau kelompok orang menjadi profesional.
Profesionalitas merupakan sikap para anggota profesi benar-benar menguasai, sungguh-sungguh  kepada profesinya.
“Bekerjalah dengan cinta…
Jika engkau tidak dapat bekerja dengan cinta,
Lebih baik engkau meninggalkannya..
Dan mengambil tempat di depan pintu gerbang
Candi-candi, meminta sedekah kepada mereka
Yang bekerja dengan penuh suka dan cita”
( Kahlil Gibran )

·         Seorang pelaku profesi harus memiliki sifat – sifat berikut :
a.       Menguasai ilmu secara mendalam di bidangnya
b.      Mampu mengkonversi ilmu menjadi keterampilan
c.       Menjunjung tinggi etika dan integritas profesi
·         Profesional adalah orang yang menjalankan profesinya secara benar menurut nilai-nilai normal.
·         Untuk menjadi orang yang profesional, diperlukan : komitmen, tanggung jawab, kejujuran, sistematik berfikir, penguasaan materi, menjadi bagian masyarakat professional.




TEORI
1.      Profesionalisme Polisi


Dari berbagai kejadian yang ada, memberikan deskripsi bahwa Polisi selama ini masih belum tuntas berbenah diri.Profesionalisme yang semestinya menjadi landasan dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai lembaga hukum dan pelindung masyarakat sering termanipulasi oleh tindakan-tindakan sesat (anarkis) yang dilakukan beberapa anggotanya untuk melakukan revitalisasi peran Polisi sebagai lembaga penegak hukum. Reposisi Polisi dari TNI telah sedikit merubah peran dan fungsi Polri dimana Polri kini tidak lagi sekedar instrument negara, tetapi yang lebih penting lagi adalah bahwa saat ini Polri juga sebagai alat penguatan masyarakat sebagaimana termaktub dalam UU NO 2 Tahun 2002 yang memberi tanggung jawab kepada Polri untuk bisa melakukan fungsi melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Hanya dengan profesionalime, institusi Polri bisa menemukan jati dirinya kembali. Sebagai lembaga pengayom dan pelindung masyarakat, sudah waktunya polisi harus bersikap cerdas, cermat dan elegan dalam menangani setiap permasalahan bukan sebaliknya, gampang terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Terkait dengan profesionalisme, setidaknya ada dua catatan bagi Polri untuk secepatnya dijadikan prioritas dalam menjalankan tugasnya.
Pertama, arogansi polisi harus sudah mulai dihilangkan, bagaimanapun mereka butuh masukan dan kritik membangun dari segenap komponen bangsa. Di sisi yang lain mereka juga harus sudah meninggalkan gaya represifnya. Kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan polisi dimasa lalu telah menimbulkan trauma tersendiri bagi masyarakat. Maka merubah image tersebut menjadi pilihan urgent untuk mengembalikan kewibawaan institusi Polri.
Kedua, sudah saatnya polisi merangkul masyarakat dan tidak menjadikanya sebagai subordinat dari Polisi. Hal ini bisa dilakukan dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra sejajar dalam setiap menjalankan tugasnya. Karena tanpa dukungan dari masyarakat, maka polisi tidak akan pernah mempunyai arti apa-apa. Kerja sama yang baik antara Polri dengan masyarakat adalah pilihan yang tidak bisa tidak harus di lakukan dan diharapkan akan mempermudah tugas-tugas mereka. Dengan merujuk dari ke dua hal ini, diharapkan tidak akan ada lagi polemik yang timbul sebagai akibat dari kesalahan, pelanggaran maupun keteledoran dalam menjalankan tugas.
profesionalisme kepolisian adalah suatu pemolisian yang memiliki beberapa karakteristik seperti kemandirian dari politik, memiliki disiplin tinggi serta pelatihan yang cukup, dan mampu menegakan hukum dengan tegas serta tanpa pandang bulu. Dalam konteks tersebut maka gambaran polisi yang profesional adalah polisi penegak hukum yang selalu menghukum dan menindak setiap pelanggaran masyarakat (Zero Tolerate Policing). Oleh karena itulah, seorang polisi profesional diharapkan jujur, tegas dan cakap secara teknis.
Gambaran mudah seorang polisi yang profesional adalah seorang polisi yang merespon setiap panggilan kejahatan, melakukan penggerebekan dan penangkapan para penjahat, bila perlu dengan tembak-menembak. Dalam konteks profesionalisme seperti itu maka polisi selalu merasa kekurangan personil, dana operasional dan kebutuhan akan teknologi “peperangan”.
Profesionalisme polisi modern mengharuskan polisi tidak hanya jujur, tegas dan cakap secara teknis, tetapi juga memahami apa yang diharapkan oleh masyarakatnya. Kemampuan untuk memahami masyarakatnya inilah yang menjadi kunci utama dalam standart profesionalisme polisi modern. Perubahan sosial yang ada telah mengakibatkan pula perubahan harapan akan pelayanan polisi. Pemahaman akan harapan masyarakat akan pelayanan polisi adalah kunci utama profesionalisme kepolisian modern. Polisi harus mampu ‘menari’ bersama masyarakatnya. Kecocokan harapan masyarakat akan pelayanan polisi dengan pelayanan yang diberikan polisi akan menciptakan kepuasan masyarakat. Itulah sebenarnya hakekat profesionalisme polisi.

2.      Profesionalisme Hakim

Salah satu program Program Ikahi yang sudah ditetapkan untuk meningkatkan profesionalisme hakim antara lain, membangun dan membina suatu jiwa korps yang tinggi antar para hakim, dan bagaimana meningkatkan jiwa profesional dan kualitas para hakim, dan meningkatkan kesejahteraan para hakim.
Program-program yang sudah direncanakan itu bisa dikembangkan lagi sesuai kebutuhan, misalnya meningkatkan profesionalitas hakim atau meningkatkan SDM melalui seminar, saresehan, atau forum diskusi baik sesama hakim sendiri maupun dengan bekerja sama dengan perguruan tinggi baik di dalam lingkungan domestik dalam negeri maupun di luar negeri. Pengadaan seminar yang  bertujuan meningkatkan kualitas hakim itu sendiri, dari yang semula tidak tahu menjadi tahu. Misalnya perkembangan hukum baru, hukum bisnis, masalah teknologi informasi, masalah perdagangan internasional. Persoalan ini mungkin pada waktu kuliah belum di temukan. Perkembangan hukum ini banyak hal baru sehingga Ikahi menganggap hakim perlu mendapat perkembangan ilmu yang baru sehingga perlu diadakan seminar atau saresehan itu. Hal lain yang tidak kalah penting adalah memotivasi lagi hakim menuju ke profesionalitas.
Hakim itu harus profesional dan bukan hanya tuntutan dari pimpinan institusi Mahkamah Agung. Ikahi mengharapkan agar hakim selalu menjaga profesional, selalu menjaga integritasnya sebagai hakim, selalu berkompeten, berwibawa adil dan jujur sebagai hakim, Itu idealnya yang dikehendaki Ikahi tapi bila dalam perjalanannya ada yang menyimpang dari harapan. Hal ini yang biasa ada hakim yang menyimpang daripada idealnya. Meski demikian Ikahi terus menuntut hakim selalu profesional, haus akan ilmu selalu meningkatkan keterampilannya terutama di bidang hukum. Indikator keprofesionalismean. Bagaimana kita melihat sebagai indikator kita melihat dari putusan-putusannya, baik putusan ditingkat pertama maupun ditingkat banding. Kelihatannya ada satu tren peningkatan putusan hakim, peningkatan dari segi menganalisa kemudian dari segi penerapan hukumnya. Profesionalitas ini nampak pada putusan hakim pada saat putusan tersebut masuk ke kasasi di Mahkamah Agung. Kita melihat secara terus terang ilmu para hakim di tingkat satu, dua ini sudah ada satu peningkatan. Ini berbeda pada saat saya masih di bawah dulu. Saat ini hakim atau cakim sudah menguasai teknologi Informasi sedangkan kalo kami dulu masih gagap teknologi alias gaptek.
3.      Profesionalisme Dokter

Di dalam praktek kedokteran terdapat aspek etik dan aspek hukum yang sangat luas, yang sering tumpang-tindih pada suatu issue tertentu, seperti pada informed consent, wajib simpan rahasia kedokteran, profesionalisme, dll. Bahkan di dalam praktek kedokteran, aspek etik seringkali tidak dapat dipisahkan dari aspek hukumnya, oleh karena banyaknya norma etik yang telah diangkat menjadi norma hukum, atau sebaliknya norma hukum yang mengandung nilai-nilai etika.
Aspek etik kedokteran yang mencantumkan juga kewajiban memenuhi standar profesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak dapat dipisahkan dengan penilaian perilaku profesinya. Etik yang memiliki sanksi moral dipaksa berbaur dengan keprofesian yang memiliki sanksi disiplin profesi yang bersifa tadministratif. Keadaan menjadi semakin sulit sejak para ahli hukum menganggap bahwa standar prosedur dan standar pelayanan medis dianggap sebagai domain hukum, padahal selama ini profesi menganggap bahwa memenuhi standar profesi adalah bagian dari sikap etis dan sikap profesional. Dengan demikian pelanggaran standar profesi dapat dinilai sebagai pelanggaran etik dan juga sekaligus pelanggaran hukum.
Kemungkinan terjadinya peningkatan ketidakpuasan pasien terhadap layanan dokter atau rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya dapat terjadi sebagai akibat dari
a)      semakin tinggi pendidikan rata-rata masyarakat sehingga membuat mereka lebih tahu tentang haknya dan lebih asertif,
b)      semakin tingginya harapan masyarakat kepada layanan kedokteran sebagai hasil dari luasnya arus informasi,
c)      komersialisasi dan tingginya biaya layanan kedokteran dan kesehatan sehingga masyarakat semakin tidak toleran terhadap layanan yang tidak sempurna, dan
d)     provokasi oleh ahli hukum dan oleh tenaga kesehatan sendiri.
Selain Kode Etik Profesi di atas, praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsip-prinsip moral kedokteran, prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam membuat keputusan dan bertindak, arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral. Pengetahuan etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis. Etika biomedis memberi pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis yang etis (clinical ethics) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis.
Nilai-nilai materialisme yang dianut masyarakat harus dapat dibendung dengan memberikan latihan dan teladan yang menunjukkan sikap etis dan profesional dokter, seperti autonomy (menghormati hak pasien, terutama hak dalam memperoleh informasi dan hak membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan terhadap dirinya), beneficence (melakukan tindakan untuk kebaikan pasien), non maleficence (tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien) dan justice (bersikap adil dan jujur), serta sikap altruisme (pengabdian profesi). Pendidikan etik kedokteran, yang mengajarkan tentang etik profesi dan prinsip moral kedokteran, dianjurkan dimulai dini sejak tahun pertama pendidikan kedokteran, dengan memberikan lebih ke arah tools dalam membuat keputusan etik, memberikan banyak latihan, dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi-kondisi etik-klinik tertentu (clinical ethics), sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan medis sehari-hari. Tentu saja kita pahami bahwa pendidikan etik belum tentu dapat mengubah perilaku etis seseorang, terutama apabila teladan yang diberikan para seniornya bertolak belakang dengan situasi ideal dalam pendidikan.

4.      Profesionalisme Programmer

Seorang programmer biasanya bertugas untuk mengimlementasikan suatu system dengan keahliannya dalam bahasa pemprograman Sebagai salah satu bentuk profesionalismenya, maka seorang programmer harus mengerti akan tugas dan tanggung jawabnya, antara lain:
a.       Tanggungjawab pemrogram terbatas pada pembuatan program komputer.
  1. Pengetahuan programer cukup terbatas pada teknologi komputer, sistem komputer, utilitas dan bahasa-bahasa program yang diperlukan.
  2. Pekerjaan programer sifatnya teknis dan harus tepat dalam pembuatan instruksi-instruksi program.
  3. Pekerjaan programer tidak menyangkut hubungan dengan banyak orang, terbatas pada sesama pemrogram dan analis sistem yang mempersiapkan rancang bangun (spesifikasi) program.
Bagaimana menjadi seorang profesional Programmer sendiri, masih banyak yang belum menjalaninya. IT adalah ladang kerja yang saat ini mulai dilirik oleh pencari kerja. Maraknya lembaga pelatihan dan pendidikan formal maupun non-formal yang mendidik dan menghasilkan lulusan di bidang IT, adalah salah satu contoh makin digemarinya lahan kerja yang satu ini. Meski boleh dibilang tidak murah namun banyak lulusan SMU/sederajat yang akhirnya memilih pendidikan lanjutan di bidang IT. Puncak karir seorang profesional IT di perusahaan adalah menjadi CIO (Chief Information Officer), yaitu pimpinan tertinggi di dalam organisasi (fungsi) teknologi informasi. Salah satu hasil penelitian menyatakan bahwa top 5 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang CIO antara lain adalah:
1.        Kemampuan mendelegasikan tugas-tugas operasional
2.        Kemampuan menjalankan otoritas pengeluaran / financial
3.        Kemampuan menghindari posisi-posisi yang menimbulkan pertantangan
4.        Kemampuan menginisiasi atau menjalin hubungan dengan unit-unit diluar IT
5.        Kemampuan menggunakan bahasa dengan hati-hati (komunikasi verbal)
Programer komputer membutuhkan sebuah kode etik, dan kebanyakan dari kode-kode etik ini disadur berdasarkan kode etik yang kini digunakan oleh perkumpulan programmer internasional.
Kode etik seorang programmer adalah sebagai berikut :
1.        Seorang programmer tidak boleh membuat atau mendistribusikan Malware.
2.        Seorang programmer tidak boleh menulis kode yang sulit diikuti dengan sengaja.
3.        Seorang programmer tidak boleh menulis dokumentasi yang dengan sengaja untuk membingungkan atau tidak akurat.
4.        Seorang programmer tidak boleh menggunakan ulang kode dengan hak cipta kecuali telah membeli atau telah meminta izin.
5.        Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua tanpa izin. Etika profesi yang berlaku bagi programmer di indonesia
6.        Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
7.        Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak eksternal dalam suatu proyek secara bersamaan kecuali mendapatkan izin.
8.        Tidak boleh menulis kode yang dengan sengaja menjatuhkan kode programmer lain untuk mengambil keuntungan dalam menaikkan status.
9.        Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
10.    Tidak boleh memberitahu masalah keuangan pada pekerja dalam pengembangan suatu proyek.
11.    Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
12.    Tidak boleh mempermalukan profesinya.
13.    Tidak boleh secara asal-asalan menyangkal adanya bug dalam aplikasi.
14.    Tidak boleh mengenalkan bug yang ada di dalam software yang nantinya programmer akan mendapatkan keuntungan dalam membetulkan bug.
15.    Terus mengikuti pada perkembangan ilmu komputer. Pada umumnya, programmer harus mematuhi “Golden Rule”: Memperlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Jika semua programmer mematuhi peraturan ini, maka tidak akan ada masalah dalam komunitas.

5.      Profesionalisme Data Entri Operator

Tidak seperti jaman dulu, data diketik atau ditulis lalu disimpan dalam bentuk "fisik". Sekarang berbagai data penting disimpan didalam komputer karena itulah saya katakan "tiba-tiba diberi tanggung jawab dan kekuasaan yang sangat besar". Mereka menguasai pengelolaan sistem informasi beserta data didalamnya. Mulai timbul ketakutan bahwa pengelola database bisa melihat data didalam database dan kemudian memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Apalagi jika data di dalam database tersebut memiliki nilai finansial.
Disinilah keprofesionalisme seorang data entri operator di uji. Apaka dia benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik dan benar dengan mengecek semua data yang masuk dan mengamankannya seaman mungkin atau hanya sekedar memasukkan data tanpa mengecek kebenaran data yang dimasukkan

6.      Profesionalisme Database Administrator.
Beberapa tugas Database administrator umumnya meliputi:
  1. Instalasi Software Baru
Tentunya yang dimaksudkan disini adalah software yang berhubungan dengan Administrasi DBMS, misalnya versi baru DBMS atau aplikasi pendukungnya. Sebelum aktif digunakan dalam tahap production, database administrator atau staff IT lainnya perlu melakukan tes pada software yang baru diinstal tersebut.
  1. Konfigurasi Hardware dan Software
Dalam hal ini seorang Admin mungkin perlu bekerja dengan system administrator untuk melakukan konfigurasi Hardware dan software agar dapat berfungsi secara optimal bersama dengan DBMS
  1. Administrator Security
Salah satu tugas penting database administrator adalah melakukan monitor dengan administrasi security DBMS. Misalnya menambah atau menghapus user, mengatur quota, audit, ataupun memeriksa permasalahan security database.
  1. Analisis Data
Pekerjaan analisis data sering kali melibatkan fitu-fitur yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja database. Sering kali database administrator harus menganalisis dan menggunakan cara yang efektif dalam penggunaan index, parallel query execution ataupun fitur DBMS yang lainnya.
  1. Desain Database
Database administrator seringkali terlibat dalam tahapan database desain. Dengan pengetahuan system dan DBMS, database administrator dapat membantu tim developer dalam meningkatkan kinerja database.
  1. Data Modeling dan Optimasi
Data modeling merupakan proses menciptakan sebuah model data dengan menerapkan teori model data, dimana anda melakukan strukturisasi dan organisasi data.
Beberapa model meliputi hierarchical model, network model, relational model dan sebagainya.
Selain tugas diatas, seorang database administrator bertanggung jawab atas aspek dalam lingkungan database, yaitu: Recoverability, Integrity, Security, Availability, Performance, Development & Testing Support.
7.      Profesionalisme Web Programmer

            Web programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.
Programer sendiri yaitu Seorang pengembang perangkat lunak atau orang yang menulis perangkat lunak komputer. Istilah programmer komputer dapat mengacu pada suatu spesialis area computer programming atau pada suatu generalist kode untuk macam-macam perangkat lunak. Orang praktisi atau berprofesi secara resmi terhadap programming dikenal juga sebagai seorang analis programmer, insinyur perangkat lunak, ilmuwan komputer, atau analis perangkat lunak. Suatu bahasa komputer utama programmer ( Java, C++, dll).

Kemampuan / Kompetensi Web Programmer :
  • Membuat desain grafis, baik itu web maupun animasi
  • Perlu menguasai web design dan aplikasi berbasis web
  • Menguasai pengembangan aplikasi web berbasis HTML dan ASP.Net ATAU aplikasi web berbasis HTML dan J2EE serta Struts Framework ATAU aplikasi web berbasis MySQL dan PHP.

Web programmer bertugas untuk menghadirkan system dan layanan dari sebuah website. Berseberangan dengan web designer, hasil kerja dari seorang web programmer tidak secara mudah terlihat oleh user. System yang dibangun tidak dapat terlihat ‘kecantikannya’ secara langsung oleh rata-rata user. Kecantikan sebuah system yang dapat dilihat dari segi struktur program, mungkin hanya dapat dinikmati oleh sesama web programmer yang mengerti benar tentang teknis – teknis pembangunan sebuah program. Karena kebanyakan user tidak benar – benar peduli tentang teknis pemograman, kecuali mereka yang memang bersinggungan dengan dunia pemrograman, maka fokus yang harus diperhatikan oleh seorang web programmer adalah efektifitas dan effisiensi dari program yang dibangunnya, termasuk kecepatan, keamanan dan kerapian system. Mungkin seorang user tidak akan tahu atau tidak ingin tahu dan bahkan tidak harus tahu tentang teknologi mana yang dipakai oleh seorang web programmer. Oleh karenanya, membicarakan semua ‘geek talk’ tentang kehebatan sebuah system yang dipilih ditinjau dari segi teknisnya tidak akan membawa manfaat bagi user yang ada. Beberapa perusahaan di dunia internet sering membagi tugas web programmer dengan database administrator. Database administrator adalah sebuah profesi lain yang bertugas untuk membangun dan menjaga sebuah database agar tetap efektif dan efisien baik dari segi keamanan, kecepatan maupun kerapiannya.
Syarat profesionalisme yang harus dimiliki pekerja IT :
1)      Dasar ilmu yang kuat dalam bidangnya sebagai bagian dari masyarakat teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan abad 21.
2)      Penguasaan kiat-kiat profesi yang dilakukan berdasarkan riset dan praktis, bukan hanya merupakan teori atau konsep.
3)      Pengembangan kemampuan profesional berkesinambungan.



Selasa, 13 April 2010

Sistem Informasi Pertandingan catur3

Tugas ke-3
Contoh format Input data pada SI Pertandingan catur

Kamis, 08 April 2010

Sistem Informasi Pertandingan catur2

Tugas ke-2
Contoh cara Mengelola Tabel Pemain menggunakan query

Tabel Pemain


A. Perintah SELECT untuk data Pemain (Tabel Pemain)
Query menampilkan semua data Pemain : SELECT * FROM Pemain

Hasil :


Query menampilkan hanya data Pemain Agus Santoso :
SELECT * FROM Pemain where ID=’001’

Hasil :



B. Perintah insert

Query untuk menambah data ke Tabel Pemain:
ID : 004
Nama Pemain : Denis
Asal : Mojokerto
Telp/HP : 08899956780
Hobi : Berkeliling

INSERT INTO Pemain(ID,Nama_Pemain,Asal,Telp/HP,Hobi) VALUES ('004','Denis','Mojokerto',’08899956780’,Berkeliling)

Hasil :



C. Perintah update

Query untuk mengedit / koreksi data :
UPDATE PEMAIN SET Nama_Pemain='Dennis Herlambang' WHERE ID='004'

Hasil :



D. Perintah delete

Query untuk menghapus data :
DELETE FROM Pemain WHERE ID='004'

Hasil :