Persiapan Presentasi
Ingat DAMS!
1. siapkan Diri
2. kenali Audiens
3. kuasai Materi
4. Simulasi
Siapkan Diri :
Penampilan
Kondisi Fisik
Kondisi Mental
Kenali Audiens
Latar Belakang Audiens
Nama Juri
Kuasai Materi
Slide yang informatif/ubah teks menjadi visual
Buat list pertanyaan dan jawaban
Simulasi
Undang temen-teman
Hitung Waktu
Di Depan cermin
Yang harus diperhatikan selama presentasi adalah :
1. Sikap tubuh
2. Bahasa tubuh / gerakan-gerakan tubuh
3. Kontak Mata
4. Atur tempo nada suara
dalam presentasi, jangan melakukan :
1. Slide yang dipenuhi dengan tulisan-tulisan
2. Tulisan-tulisan terlalu kecil
3. Pemilihan gambar yang tidak sesuai
4. Mempresentasikan untuk diri sendiri
5. Matikan HP!
dan jangan lupa setelah presentasi ucapkan syukur alhamdulillah
by : Ariana Yunita
Kuda adalah punggawa Raja yang teristimewa, Mentri sekalipun yang bisa bergerak bebas tidak bisa meniru langkah kuda yang berletter L. Apabila kuda men-skak raja, tak ada siapapun yang bisa menghalangi langkahnya.
Sabtu, 05 Juni 2010
Rabu, 26 Mei 2010
Bondan Prakoso faet Fade 2 Black
Ya Sudahlah
A E
ketika mimpimu yang begitu indah
Bm F#m
tak pernah terwujud ya sudahlah
A E
saat kau berlari mengejar anganmu
Bm F#m E
dan tak pernah sampai ya sudahlah
[chorus]
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok
A
satu dari sekian kemungkinan
E
kau jatuh tanpa ada harapan
Bm
saat itu raga kupersembahkan
F#m
bersama jiwa cita-cita dan harapan
A
kita sambung satu persatu sebab akibat
E
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
Bm
menuntun ke arah mata angin bahagia
F#m
kau dan aku tahu jalan selalu ada
A
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
E
bagai deras ombak yang menabrak karang
Bm
namun ku tahu ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
F#m E
hadapi bersamaku hingga akhir datang
A E
saat kau berharap keramahan cinta
Bm F#m
tak pernah kau dapat ya sudahlah yeah
A E
dengar ku bernyanyi lalalalala heyeyeyeyeyayaya
Bm F#m E
dedum dedudedadedudidam semua ini belum beakhir
[chorus]
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok
D
satu kan langkah langkah yang beriring
E
genggam hati rangkul emosi
F#m C#m
genggamlah hatiku satukan langkah kita
D
sama rasa tanpa pamrih
E
ini cinta across the sea
F#m C#m
peluklah diriku terbang bersamaku
D E
melayang jauhh.. woo..woo.. yeeahhh.. (come fly with me, baby)
A
ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
E
sosok ini yg menerima kelemahan hati
Bm
yea..aku cinta kau.. ini cinta kita
F#m
cukup satu waktu yes untuk satu cinta
A
satu cinta ini akan tuntun jalanku
E
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
Bm
rebahkan rasamu untuk yg ditunggu
F#m E
bahagia hingga ujung waktu
[chorus]
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E A
cause everythings gonna be ok
A E
ketika mimpimu yang begitu indah
Bm F#m
tak pernah terwujud ya sudahlah
A E
saat kau berlari mengejar anganmu
Bm F#m E
dan tak pernah sampai ya sudahlah
[chorus]
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok
A
satu dari sekian kemungkinan
E
kau jatuh tanpa ada harapan
Bm
saat itu raga kupersembahkan
F#m
bersama jiwa cita-cita dan harapan
A
kita sambung satu persatu sebab akibat
E
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
Bm
menuntun ke arah mata angin bahagia
F#m
kau dan aku tahu jalan selalu ada
A
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
E
bagai deras ombak yang menabrak karang
Bm
namun ku tahu ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
F#m E
hadapi bersamaku hingga akhir datang
A E
saat kau berharap keramahan cinta
Bm F#m
tak pernah kau dapat ya sudahlah yeah
A E
dengar ku bernyanyi lalalalala heyeyeyeyeyayaya
Bm F#m E
dedum dedudedadedudidam semua ini belum beakhir
[chorus]
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok
D
satu kan langkah langkah yang beriring
E
genggam hati rangkul emosi
F#m C#m
genggamlah hatiku satukan langkah kita
D
sama rasa tanpa pamrih
E
ini cinta across the sea
F#m C#m
peluklah diriku terbang bersamaku
D E
melayang jauhh.. woo..woo.. yeeahhh.. (come fly with me, baby)
A
ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
E
sosok ini yg menerima kelemahan hati
Bm
yea..aku cinta kau.. ini cinta kita
F#m
cukup satu waktu yes untuk satu cinta
A
satu cinta ini akan tuntun jalanku
E
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
Bm
rebahkan rasamu untuk yg ditunggu
F#m E
bahagia hingga ujung waktu
[chorus]
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E A
cause everythings gonna be ok
Facebook, Haram atau Halal?
FACEBOOK, HARAM ATAU HALAL?
Keberadaan Facebook (salah satu sarana komunikasi lewat dunia maya) bisa haram dan tidak. Sebagai contoh, pemanfaatan Facebook dalam rangka berkomunikasi guna menggali atau tukar ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat, hal itu tidak bisa dibilang haram. Namun, bila pemanfaatan Facebook untuk berkomunikasi dalam hal-hal yang terlarang, baik secara hukum positif di Indonesia, maupun menurut norma-norma Islam, maka penggunaan sarana tersebut bisa dikategorikan haram.
Semua teknologi yang ada di dunia ini selalu bisa digunakan untuk hal positif dan negatif. Tergantung berada di tangan siapa teknologi itu. Misalnya saja sebuah pistol di tangan polisi akan menjadi bermanfaat untuk menumpas kejahatan. Tapi di tangan seorang perampok, pistol bisa digunakan untuk membunuh korbannya. Google bagi seorang mahasiswa seperti saya bisa digunakan untuk mencari materi kuliah, tapi di tangan orang lain bisa saja digunakan untuk mencari video porno, gambar porno dan sejenisnya. Begitu juga dengan facebook, di tangan saya facebook bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan teman saya, kadang juga untuk sarana diskusi dengan mahasiswa. Tapi mungkin saja di tangan orang lain facebook digunakan untuk menjelek-jelekkan orang lain. Jangan-jangan setelah facebook, nantinya blog dan internet juga diharamkan bagi Indonesia.
Ditambahkan juga, situs jejaring sosial seperti Facebook itu justru mempunyai peraturan yang sangat ketat. Salah satu contohnya, jika pengguna Facebook menampilkan foto dari dada ke atas, maka pengelola akan segera menutupnya. Jadi bisa dibilang, Facebook sudah mempunyai filter sendiri.
BEBERAPA ALASAN YANG MENYEBABKAB DIHARAMKANNYA FACEBOOK
- Penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja seseorang yang ingin mengambil keuntungan dengan menipu seseorang dengan menyamar memakai nama seseorang yang sudah di kenal sebelumnya. Hal ini merugikan pemilik nama aslinya karena mungkin saja informasi yang bersifat pribadi telah disampaikan ke tangan yang salah.
- Bisa membuat penggunanya lupa diri. Orang-orang yang sudah keranjingan facebook bisa membuat mereka jadi lupa diri, lupa waktu bahkan sampai lupa makan saking asyiknya online. Hal inilah yang membuat di larangnya facebook, bukan karena situsnya tetapi karena penggunanya tidak bisa mengatur waktu dengan baik, sehingga bisa melupakan hal yang penting yang merupakan kewajiban kita seperti sholat, apalagi facebook sekarang bisa di akses dimana saja selama ada sinyal.
- Transaksi seks terselubung. Meski belum jelas kabar beritanya, hal inilah yang menyebakan mengapa facebook sebagai salah satu situs jejaring sosial yang terkenal itu di haramkan. Padahal tidak semua orang mengetahui keberadaannya, hanya sebagian orang orang saja yang memanfaatkan situs yang sedang booming di dunia ini.
- Mengurangi interaksi secara langsung antara sesama. Jika selalu dan selalu meng-update status dimana saja, kita menjadi tidak perlu repot-repot untuk menemui seseorang yang menyebabkan berkurang interaksi antara sesama manusia.
- Maraknya perselingkungan melalui situs yang sedang booming didunia ini, padahal di dunia ini banyak situs jejaring sosial lainnya di dunia maya. Hal ini hanya di manfaatkan oleh orang orang yang pikirannya sudah negatif, selalu memanfaatkan teknologi untuk melakukan hal-hal yang negatif.
- Membuat kita menjadi kurang peka terhadap keadaan lingkungan sekitar, karena kita hanya memperoleh semua berita melalui situs. Tetapi kita lupa bahwa yang mengakses situs jejaring sosial itu tidak semua orang, hanya sebagian orang saja yang mampu menikmati adanya situs tersebut dan ini berhubungan dengan masalah ekonomi.
- Sebagai wadah silaturrahmi. Dengan adanya situs jejaring sosial seperti facebook, kita bisa berhubungan dengan siapa saja dimana saja dan kapan saja kita berada. Kita juga bisa menemukan seseorang yang kita cari atau orang yang lama tidak kita jumpai. Dengan begitu membuat kita serasa dekat dengan mereka karena kita selalu menjaga kontak.
- Bertukar pikiran. Kita bisa berdiskusi dan membuat forum kelompok belajar dalam facebook seperti membuat group. Sehingga kita bisa mengekplorasi hobi kita dalam group yang kita ikuti atau yang kita buat.
- Bisa menambah wawasan. Kita jadi menemukan atau bahkan kita bisa membuat hal-hal yang baru seperti, membuat group atau kita menemukan istilah-istilah yang benar-benar baru dan itu bisa menambah wawasan kita, jadi meskipun hanya menatap monitor kita bisa melihat berita terbaru melalui facebook.
- Menambah Teman. Kita bisa mencari seseorang yang cocok dengan kita. Misalnya punya hobi dan pekerjaan yang sama, atau punya selera humaor yang sama, atau hanya sekedar iseng mengisi waktu luang dengan menambah teman-teman yang bisa membuat kita memiliki banyak koneksi.
- Menghilangkan kejenuhan. Setelah seharian kita melakukan rutinitas yang membosankan, kita bisa sharing dan mencurahkan isi hati kita dalam situs jejaring sosial tersebut dan seorang dari teman kita bisa memberi komentar atau saran kepada kita
Sabtu, 17 April 2010
Profesionalisme Profesi
PANDANGAN
Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya.
Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya.
Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus.
Profesionalisasi adalah proses atau perjalanan waktu yang membuat seseorang atau kelompok orang menjadi profesional.
Profesionalitas merupakan sikap para anggota profesi benar-benar menguasai, sungguh-sungguh kepada profesinya.
“Bekerjalah dengan cinta…
Jika engkau tidak dapat bekerja dengan cinta,
Lebih baik engkau meninggalkannya..
Dan mengambil tempat di depan pintu gerbang
Candi-candi, meminta sedekah kepada mereka
Yang bekerja dengan penuh suka dan cita”
( Kahlil Gibran )
· Seorang pelaku profesi harus memiliki sifat – sifat berikut :
a. Menguasai ilmu secara mendalam di bidangnya
b. Mampu mengkonversi ilmu menjadi keterampilan
c. Menjunjung tinggi etika dan integritas profesi
· Profesional adalah orang yang menjalankan profesinya secara benar menurut nilai-nilai normal.
· Untuk menjadi orang yang profesional, diperlukan : komitmen, tanggung jawab, kejujuran, sistematik berfikir, penguasaan materi, menjadi bagian masyarakat professional.
TEORI
1. Profesionalisme PolisiDari berbagai kejadian yang ada, memberikan deskripsi bahwa Polisi selama ini masih belum tuntas berbenah diri.Profesionalisme yang semestinya menjadi landasan dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai lembaga hukum dan pelindung masyarakat sering termanipulasi oleh tindakan-tindakan sesat (anarkis) yang dilakukan beberapa anggotanya untuk melakukan revitalisasi peran Polisi sebagai lembaga penegak hukum. Reposisi Polisi dari TNI telah sedikit merubah peran dan fungsi Polri dimana Polri kini tidak lagi sekedar instrument negara, tetapi yang lebih penting lagi adalah bahwa saat ini Polri juga sebagai alat penguatan masyarakat sebagaimana termaktub dalam UU NO 2 Tahun 2002 yang memberi tanggung jawab kepada Polri untuk bisa melakukan fungsi melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Hanya dengan profesionalime, institusi Polri bisa menemukan jati dirinya kembali. Sebagai lembaga pengayom dan pelindung masyarakat, sudah waktunya polisi harus bersikap cerdas, cermat dan elegan dalam menangani setiap permasalahan bukan sebaliknya, gampang terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Terkait dengan profesionalisme, setidaknya ada dua catatan bagi Polri untuk secepatnya dijadikan prioritas dalam menjalankan tugasnya.
Pertama, arogansi polisi harus sudah mulai dihilangkan, bagaimanapun mereka butuh masukan dan kritik membangun dari segenap komponen bangsa. Di sisi yang lain mereka juga harus sudah meninggalkan gaya represifnya. Kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan polisi dimasa lalu telah menimbulkan trauma tersendiri bagi masyarakat. Maka merubah image tersebut menjadi pilihan urgent untuk mengembalikan kewibawaan institusi Polri.
Kedua, sudah saatnya polisi merangkul masyarakat dan tidak menjadikanya sebagai subordinat dari Polisi. Hal ini bisa dilakukan dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra sejajar dalam setiap menjalankan tugasnya. Karena tanpa dukungan dari masyarakat, maka polisi tidak akan pernah mempunyai arti apa-apa. Kerja sama yang baik antara Polri dengan masyarakat adalah pilihan yang tidak bisa tidak harus di lakukan dan diharapkan akan mempermudah tugas-tugas mereka. Dengan merujuk dari ke dua hal ini, diharapkan tidak akan ada lagi polemik yang timbul sebagai akibat dari kesalahan, pelanggaran maupun keteledoran dalam menjalankan tugas.
profesionalisme kepolisian adalah suatu pemolisian yang memiliki beberapa karakteristik seperti kemandirian dari politik, memiliki disiplin tinggi serta pelatihan yang cukup, dan mampu menegakan hukum dengan tegas serta tanpa pandang bulu. Dalam konteks tersebut maka gambaran polisi yang profesional adalah polisi penegak hukum yang selalu menghukum dan menindak setiap pelanggaran masyarakat (Zero Tolerate Policing). Oleh karena itulah, seorang polisi profesional diharapkan jujur, tegas dan cakap secara teknis.
Gambaran mudah seorang polisi yang profesional adalah seorang polisi yang merespon setiap panggilan kejahatan, melakukan penggerebekan dan penangkapan para penjahat, bila perlu dengan tembak-menembak. Dalam konteks profesionalisme seperti itu maka polisi selalu merasa kekurangan personil, dana operasional dan kebutuhan akan teknologi “peperangan”.
Profesionalisme polisi modern mengharuskan polisi tidak hanya jujur, tegas dan cakap secara teknis, tetapi juga memahami apa yang diharapkan oleh masyarakatnya. Kemampuan untuk memahami masyarakatnya inilah yang menjadi kunci utama dalam standart profesionalisme polisi modern. Perubahan sosial yang ada telah mengakibatkan pula perubahan harapan akan pelayanan polisi. Pemahaman akan harapan masyarakat akan pelayanan polisi adalah kunci utama profesionalisme kepolisian modern. Polisi harus mampu ‘menari’ bersama masyarakatnya. Kecocokan harapan masyarakat akan pelayanan polisi dengan pelayanan yang diberikan polisi akan menciptakan kepuasan masyarakat. Itulah sebenarnya hakekat profesionalisme polisi.
2. Profesionalisme Hakim
Salah satu program Program Ikahi yang sudah ditetapkan untuk meningkatkan profesionalisme hakim antara lain, membangun dan membina suatu jiwa korps yang tinggi antar para hakim, dan bagaimana meningkatkan jiwa profesional dan kualitas para hakim, dan meningkatkan kesejahteraan para hakim.
Program-program yang sudah direncanakan itu bisa dikembangkan lagi sesuai kebutuhan, misalnya meningkatkan profesionalitas hakim atau meningkatkan SDM melalui seminar, saresehan, atau forum diskusi baik sesama hakim sendiri maupun dengan bekerja sama dengan perguruan tinggi baik di dalam lingkungan domestik dalam negeri maupun di luar negeri. Pengadaan seminar yang bertujuan meningkatkan kualitas hakim itu sendiri, dari yang semula tidak tahu menjadi tahu. Misalnya perkembangan hukum baru, hukum bisnis, masalah teknologi informasi, masalah perdagangan internasional. Persoalan ini mungkin pada waktu kuliah belum di temukan. Perkembangan hukum ini banyak hal baru sehingga Ikahi menganggap hakim perlu mendapat perkembangan ilmu yang baru sehingga perlu diadakan seminar atau saresehan itu. Hal lain yang tidak kalah penting adalah memotivasi lagi hakim menuju ke profesionalitas.
Hakim itu harus profesional dan bukan hanya tuntutan dari pimpinan institusi Mahkamah Agung. Ikahi mengharapkan agar hakim selalu menjaga profesional, selalu menjaga integritasnya sebagai hakim, selalu berkompeten, berwibawa adil dan jujur sebagai hakim, Itu idealnya yang dikehendaki Ikahi tapi bila dalam perjalanannya ada yang menyimpang dari harapan. Hal ini yang biasa ada hakim yang menyimpang daripada idealnya. Meski demikian Ikahi terus menuntut hakim selalu profesional, haus akan ilmu selalu meningkatkan keterampilannya terutama di bidang hukum. Indikator keprofesionalismean. Bagaimana kita melihat sebagai indikator kita melihat dari putusan-putusannya, baik putusan ditingkat pertama maupun ditingkat banding. Kelihatannya ada satu tren peningkatan putusan hakim, peningkatan dari segi menganalisa kemudian dari segi penerapan hukumnya. Profesionalitas ini nampak pada putusan hakim pada saat putusan tersebut masuk ke kasasi di Mahkamah Agung. Kita melihat secara terus terang ilmu para hakim di tingkat satu, dua ini sudah ada satu peningkatan. Ini berbeda pada saat saya masih di bawah dulu. Saat ini hakim atau cakim sudah menguasai teknologi Informasi sedangkan kalo kami dulu masih gagap teknologi alias gaptek.
3. Profesionalisme Dokter
Di dalam praktek kedokteran terdapat aspek etik dan aspek hukum yang sangat luas, yang sering tumpang-tindih pada suatu issue tertentu, seperti pada informed consent, wajib simpan rahasia kedokteran, profesionalisme, dll. Bahkan di dalam praktek kedokteran, aspek etik seringkali tidak dapat dipisahkan dari aspek hukumnya, oleh karena banyaknya norma etik yang telah diangkat menjadi norma hukum, atau sebaliknya norma hukum yang mengandung nilai-nilai etika.
Aspek etik kedokteran yang mencantumkan juga kewajiban memenuhi standar profesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak dapat dipisahkan dengan penilaian perilaku profesinya. Etik yang memiliki sanksi moral dipaksa berbaur dengan keprofesian yang memiliki sanksi disiplin profesi yang bersifa tadministratif. Keadaan menjadi semakin sulit sejak para ahli hukum menganggap bahwa standar prosedur dan standar pelayanan medis dianggap sebagai domain hukum, padahal selama ini profesi menganggap bahwa memenuhi standar profesi adalah bagian dari sikap etis dan sikap profesional. Dengan demikian pelanggaran standar profesi dapat dinilai sebagai pelanggaran etik dan juga sekaligus pelanggaran hukum.
Kemungkinan terjadinya peningkatan ketidakpuasan pasien terhadap layanan dokter atau rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya dapat terjadi sebagai akibat dari
a) semakin tinggi pendidikan rata-rata masyarakat sehingga membuat mereka lebih tahu tentang haknya dan lebih asertif,
b) semakin tingginya harapan masyarakat kepada layanan kedokteran sebagai hasil dari luasnya arus informasi,
c) komersialisasi dan tingginya biaya layanan kedokteran dan kesehatan sehingga masyarakat semakin tidak toleran terhadap layanan yang tidak sempurna, dan
d) provokasi oleh ahli hukum dan oleh tenaga kesehatan sendiri.
Selain Kode Etik Profesi di atas, praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsip-prinsip moral kedokteran, prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam membuat keputusan dan bertindak, arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral. Pengetahuan etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis. Etika biomedis memberi pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis yang etis (clinical ethics) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis.
Nilai-nilai materialisme yang dianut masyarakat harus dapat dibendung dengan memberikan latihan dan teladan yang menunjukkan sikap etis dan profesional dokter, seperti autonomy (menghormati hak pasien, terutama hak dalam memperoleh informasi dan hak membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan terhadap dirinya), beneficence (melakukan tindakan untuk kebaikan pasien), non maleficence (tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien) dan justice (bersikap adil dan jujur), serta sikap altruisme (pengabdian profesi). Pendidikan etik kedokteran, yang mengajarkan tentang etik profesi dan prinsip moral kedokteran, dianjurkan dimulai dini sejak tahun pertama pendidikan kedokteran, dengan memberikan lebih ke arah tools dalam membuat keputusan etik, memberikan banyak latihan, dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi-kondisi etik-klinik tertentu (clinical ethics), sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan medis sehari-hari. Tentu saja kita pahami bahwa pendidikan etik belum tentu dapat mengubah perilaku etis seseorang, terutama apabila teladan yang diberikan para seniornya bertolak belakang dengan situasi ideal dalam pendidikan.
4. Profesionalisme Programmer
Seorang programmer biasanya bertugas untuk mengimlementasikan suatu system dengan keahliannya dalam bahasa pemprograman Sebagai salah satu bentuk profesionalismenya, maka seorang programmer harus mengerti akan tugas dan tanggung jawabnya, antara lain:
a. Tanggungjawab pemrogram terbatas pada pembuatan program komputer.
- Pengetahuan programer cukup terbatas pada teknologi komputer, sistem komputer, utilitas dan bahasa-bahasa program yang diperlukan.
- Pekerjaan programer sifatnya teknis dan harus tepat dalam pembuatan instruksi-instruksi program.
- Pekerjaan programer tidak menyangkut hubungan dengan banyak orang, terbatas pada sesama pemrogram dan analis sistem yang mempersiapkan rancang bangun (spesifikasi) program.
Bagaimana menjadi seorang profesional Programmer sendiri, masih banyak yang belum menjalaninya. IT adalah ladang kerja yang saat ini mulai dilirik oleh pencari kerja. Maraknya lembaga pelatihan dan pendidikan formal maupun non-formal yang mendidik dan menghasilkan lulusan di bidang IT, adalah salah satu contoh makin digemarinya lahan kerja yang satu ini. Meski boleh dibilang tidak murah namun banyak lulusan SMU/sederajat yang akhirnya memilih pendidikan lanjutan di bidang IT. Puncak karir seorang profesional IT di perusahaan adalah menjadi CIO (Chief Information Officer), yaitu pimpinan tertinggi di dalam organisasi (fungsi) teknologi informasi. Salah satu hasil penelitian menyatakan bahwa top 5 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang CIO antara lain adalah:
1. Kemampuan mendelegasikan tugas-tugas operasional
2. Kemampuan menjalankan otoritas pengeluaran / financial
3. Kemampuan menghindari posisi-posisi yang menimbulkan pertantangan
4. Kemampuan menginisiasi atau menjalin hubungan dengan unit-unit diluar IT
5. Kemampuan menggunakan bahasa dengan hati-hati (komunikasi verbal)
Programer komputer membutuhkan sebuah kode etik, dan kebanyakan dari kode-kode etik ini disadur berdasarkan kode etik yang kini digunakan oleh perkumpulan programmer internasional.
Kode etik seorang programmer adalah sebagai berikut :
1. Seorang programmer tidak boleh membuat atau mendistribusikan Malware.
2. Seorang programmer tidak boleh menulis kode yang sulit diikuti dengan sengaja.
3. Seorang programmer tidak boleh menulis dokumentasi yang dengan sengaja untuk membingungkan atau tidak akurat.
4. Seorang programmer tidak boleh menggunakan ulang kode dengan hak cipta kecuali telah membeli atau telah meminta izin.
5. Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua tanpa izin. Etika profesi yang berlaku bagi programmer di indonesia
6. Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
7. Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak eksternal dalam suatu proyek secara bersamaan kecuali mendapatkan izin.
8. Tidak boleh menulis kode yang dengan sengaja menjatuhkan kode programmer lain untuk mengambil keuntungan dalam menaikkan status.
9. Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
10. Tidak boleh memberitahu masalah keuangan pada pekerja dalam pengembangan suatu proyek.
11. Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
12. Tidak boleh mempermalukan profesinya.
13. Tidak boleh secara asal-asalan menyangkal adanya bug dalam aplikasi.
14. Tidak boleh mengenalkan bug yang ada di dalam software yang nantinya programmer akan mendapatkan keuntungan dalam membetulkan bug.
15. Terus mengikuti pada perkembangan ilmu komputer. Pada umumnya, programmer harus mematuhi “Golden Rule”: Memperlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Jika semua programmer mematuhi peraturan ini, maka tidak akan ada masalah dalam komunitas.
5. Profesionalisme Data Entri Operator
Tidak seperti jaman dulu, data diketik atau ditulis lalu disimpan dalam bentuk "fisik". Sekarang berbagai data penting disimpan didalam komputer karena itulah saya katakan "tiba-tiba diberi tanggung jawab dan kekuasaan yang sangat besar". Mereka menguasai pengelolaan sistem informasi beserta data didalamnya. Mulai timbul ketakutan bahwa pengelola database bisa melihat data didalam database dan kemudian memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Apalagi jika data di dalam database tersebut memiliki nilai finansial.
Disinilah keprofesionalisme seorang data entri operator di uji. Apaka dia benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik dan benar dengan mengecek semua data yang masuk dan mengamankannya seaman mungkin atau hanya sekedar memasukkan data tanpa mengecek kebenaran data yang dimasukkan
6. Profesionalisme Database Administrator.
Beberapa tugas Database administrator umumnya meliputi:
- Instalasi Software Baru
Tentunya yang dimaksudkan disini adalah software yang berhubungan dengan Administrasi DBMS, misalnya versi baru DBMS atau aplikasi pendukungnya. Sebelum aktif digunakan dalam tahap production, database administrator atau staff IT lainnya perlu melakukan tes pada software yang baru diinstal tersebut.
- Konfigurasi Hardware dan Software
Dalam hal ini seorang Admin mungkin perlu bekerja dengan system administrator untuk melakukan konfigurasi Hardware dan software agar dapat berfungsi secara optimal bersama dengan DBMS
- Administrator Security
Salah satu tugas penting database administrator adalah melakukan monitor dengan administrasi security DBMS. Misalnya menambah atau menghapus user, mengatur quota, audit, ataupun memeriksa permasalahan security database.
- Analisis Data
Pekerjaan analisis data sering kali melibatkan fitu-fitur yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja database. Sering kali database administrator harus menganalisis dan menggunakan cara yang efektif dalam penggunaan index, parallel query execution ataupun fitur DBMS yang lainnya.
- Desain Database
Database administrator seringkali terlibat dalam tahapan database desain. Dengan pengetahuan system dan DBMS, database administrator dapat membantu tim developer dalam meningkatkan kinerja database.
- Data Modeling dan Optimasi
Data modeling merupakan proses menciptakan sebuah model data dengan menerapkan teori model data, dimana anda melakukan strukturisasi dan organisasi data.
Beberapa model meliputi hierarchical model, network model, relational model dan sebagainya.
Selain tugas diatas, seorang database administrator bertanggung jawab atas aspek dalam lingkungan database, yaitu: Recoverability, Integrity, Security, Availability, Performance, Development & Testing Support.
7. Profesionalisme Web Programmer
Web programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.
Programer sendiri yaitu Seorang pengembang perangkat lunak atau orang yang menulis perangkat lunak komputer. Istilah programmer komputer dapat mengacu pada suatu spesialis area computer programming atau pada suatu generalist kode untuk macam-macam perangkat lunak. Orang praktisi atau berprofesi secara resmi terhadap programming dikenal juga sebagai seorang analis programmer, insinyur perangkat lunak, ilmuwan komputer, atau analis perangkat lunak. Suatu bahasa komputer utama programmer ( Java, C++, dll).
Kemampuan / Kompetensi Web Programmer :
- Membuat desain grafis, baik itu web maupun animasi
- Perlu menguasai web design dan aplikasi berbasis web
- Menguasai pengembangan aplikasi web berbasis HTML dan ASP.Net ATAU aplikasi web berbasis HTML dan J2EE serta Struts Framework ATAU aplikasi web berbasis MySQL dan PHP.
Web programmer bertugas untuk menghadirkan system dan layanan dari sebuah website. Berseberangan dengan web designer, hasil kerja dari seorang web programmer tidak secara mudah terlihat oleh user. System yang dibangun tidak dapat terlihat ‘kecantikannya’ secara langsung oleh rata-rata user. Kecantikan sebuah system yang dapat dilihat dari segi struktur program, mungkin hanya dapat dinikmati oleh sesama web programmer yang mengerti benar tentang teknis – teknis pembangunan sebuah program. Karena kebanyakan user tidak benar – benar peduli tentang teknis pemograman, kecuali mereka yang memang bersinggungan dengan dunia pemrograman, maka fokus yang harus diperhatikan oleh seorang web programmer adalah efektifitas dan effisiensi dari program yang dibangunnya, termasuk kecepatan, keamanan dan kerapian system. Mungkin seorang user tidak akan tahu atau tidak ingin tahu dan bahkan tidak harus tahu tentang teknologi mana yang dipakai oleh seorang web programmer. Oleh karenanya, membicarakan semua ‘geek talk’ tentang kehebatan sebuah system yang dipilih ditinjau dari segi teknisnya tidak akan membawa manfaat bagi user yang ada. Beberapa perusahaan di dunia internet sering membagi tugas web programmer dengan database administrator. Database administrator adalah sebuah profesi lain yang bertugas untuk membangun dan menjaga sebuah database agar tetap efektif dan efisien baik dari segi keamanan, kecepatan maupun kerapiannya.
Syarat profesionalisme yang harus dimiliki pekerja IT :
1) Dasar ilmu yang kuat dalam bidangnya sebagai bagian dari masyarakat teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan abad 21.
2) Penguasaan kiat-kiat profesi yang dilakukan berdasarkan riset dan praktis, bukan hanya merupakan teori atau konsep.
3) Pengembangan kemampuan profesional berkesinambungan.
Selasa, 13 April 2010
Kamis, 08 April 2010
Sistem Informasi Pertandingan catur2
Tugas ke-2
Contoh cara Mengelola Tabel Pemain menggunakan query
Tabel Pemain
A. Perintah SELECT untuk data Pemain (Tabel Pemain)
Query menampilkan semua data Pemain : SELECT * FROM Pemain
Hasil :
Query menampilkan hanya data Pemain Agus Santoso :
SELECT * FROM Pemain where ID=’001’
Hasil :
B. Perintah insert
Query untuk menambah data ke Tabel Pemain:
ID : 004
Nama Pemain : Denis
Asal : Mojokerto
Telp/HP : 08899956780
Hobi : Berkeliling
INSERT INTO Pemain(ID,Nama_Pemain,Asal,Telp/HP,Hobi) VALUES ('004','Denis','Mojokerto',’08899956780’,Berkeliling)
Hasil :
C. Perintah update
Query untuk mengedit / koreksi data :
UPDATE PEMAIN SET Nama_Pemain='Dennis Herlambang' WHERE ID='004'
Hasil :
D. Perintah delete
Query untuk menghapus data :
DELETE FROM Pemain WHERE ID='004'
Hasil :
Contoh cara Mengelola Tabel Pemain menggunakan query
Tabel Pemain
A. Perintah SELECT untuk data Pemain (Tabel Pemain)
Query menampilkan semua data Pemain : SELECT * FROM Pemain
Hasil :
Query menampilkan hanya data Pemain Agus Santoso :
SELECT * FROM Pemain where ID=’001’
Hasil :
B. Perintah insert
Query untuk menambah data ke Tabel Pemain:
ID : 004
Nama Pemain : Denis
Asal : Mojokerto
Telp/HP : 08899956780
Hobi : Berkeliling
INSERT INTO Pemain(ID,Nama_Pemain,Asal,Telp/HP,Hobi) VALUES ('004','Denis','Mojokerto',’08899956780’,Berkeliling)
Hasil :
C. Perintah update
Query untuk mengedit / koreksi data :
UPDATE PEMAIN SET Nama_Pemain='Dennis Herlambang' WHERE ID='004'
Hasil :
D. Perintah delete
Query untuk menghapus data :
DELETE FROM Pemain WHERE ID='004'
Hasil :
Sabtu, 27 Maret 2010
Pengertian Filsafat
FILSAFAT
- Pengertian Filsafat
Pengertian fisafat, dalam sejarah perkembangan pemikiran kefilsafatan, antara satu ahli filsafat dengan ahli filsafat lainnya selalu berbeda dan hampir sama banyaknya dengan ahli filsafat itu sendiri. Pengertian filsafat dapat ditinjau dari dua segi, yakni secara etimologi dan terminologi.
.Secara Etimologi
Filsafat dalam bahasa arab dikenal dengan kata falsafah. Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia yang terdiri dari dua suku kata yakni philos yang berarti cinta, atau philia yang berarti persahabatan, dan kata sophos yang berarti inteligensi, kebijaksanaan, keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan. Sehingga secara etimologi istilah filsafat berarti cinta kebijaksanaandalam arti yang sedalam-dalamnya, kemudian dari sini dikenal istilah philosophy dalam bahasa inggris. Dengan demikian seorang filsuf adalah pecinta atau pencari kebijaksanaan.
Sejarah telah mencatat bahwa istilah philosophia digunakan pertama kali oleh Pythagoras pada tahun 572 – 497 SM (sekitar abad ke-6 SM). Istilah philosophia ini muncul berawal ketika Pythagoras ditanya tentang apakah ia termasuk orang yang bijaksana. Pythagoras dengan rendah hati menjawab pertanyaan tersebut bahwa dirinya adalah pencinta kebijaksanaan (lover of wisdom).
Secara Terminologi
Istilah philosophia dan philosophos (falsafah dan failasuf) itu sendiri baru menjadi popular dan lazim digunakan pada masa Sócrates dan Plato (sekitar abad ke-5 SM).
Plato (427-384 SM) mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli.
Aristóteles (382-322 SM) mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan yang meliputi kebenaran yang obyek kajiannya adalah ilmu metafísica, logika, retórika, etika, ekonomi dan estétika.
Al-Farabi (870-950 M) seorang filosof Islam mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bagaimana hakekat alam yang sebenarnya.
Rene Descartes (1590-1650 M) mengatakan bahwa filsafat adalah kumplan semua pengetahuan diman Tuhan ,alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan.
Imanuel Kant (1724-1804 M) mengasumsikan bahwa filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup masalah epistemology (filsafat pengetahuan) yang menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui.
Berdasarkan asumsi itulah, maka menurut Kant persoalan yang menjadi pokok kajian filsafat, yaitu;
1. Apakah yang dapat manusia ketahui (dijawab oleh metafisika);
2. Apa yang seharusnya diketahui / dikerjakan manusia (dijawab oleh etika);
3. Sampai dimanakah harapan manusia (dijawab oleh agama); dan
4. Apakah yang dinamakan manusia (dijawab oleh Anthropologi).
2. Apa yang seharusnya diketahui / dikerjakan manusia (dijawab oleh etika);
3. Sampai dimanakah harapan manusia (dijawab oleh agama); dan
4. Apakah yang dinamakan manusia (dijawab oleh Anthropologi).
Langeveld berpendapat bahwa filsafat adalah berpikir tentang masalah–masalah yang akhir dan yang menentukan, yaitu maslah–masalah mengenai makna keadaan, Tuhan, keabadian dan kebebasan.
Menurut Harun Nasution, falsafat berasal dari bahasa Yunani yang tersusun dari dua kata, yakni philein dalam arti cinta dan sophos dalam arti hikmat (wisdom). Harun mengatakan bahwa orang Arab memindahkan kata Yunani philosophia ke dalam bahasa mereka dan menyesuaikannya dengan tabiat susunan kata-kata Arab, yaitu falsafa dengan pola fa’lala, fa’lalah dan fi’lal. Berdasarkan pola kalimat (kata) tersebut, maka penyebutan kata filsafat dalam bentuk kata benda seharusnya falsafah atau filsaf.
Lebih lanjut Harun mengatakan bahwa kata filsafat yang banyak digunakan dalam bahasa Indonesia, sebetulnya bukan murni berasal dari bahasa Arab falsafah dan juga bukan murni dari bahasa Barat philosophy. Akan tetapi, kata filsafat ini merupakan gabungan dari keduanya (bahasa Arab dan Barat). Kata fil diambil dari bahasa Barat dan safah dari bahasa Arab. Berfilsafat menurut Harun adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma dan agama) dan dengan sedalam-dalamnya sampai ke dasar-dasar persoalan.
Lebih lanjut Harun mengatakan bahwa kata filsafat yang banyak digunakan dalam bahasa Indonesia, sebetulnya bukan murni berasal dari bahasa Arab falsafah dan juga bukan murni dari bahasa Barat philosophy. Akan tetapi, kata filsafat ini merupakan gabungan dari keduanya (bahasa Arab dan Barat). Kata fil diambil dari bahasa Barat dan safah dari bahasa Arab. Berfilsafat menurut Harun adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma dan agama) dan dengan sedalam-dalamnya sampai ke dasar-dasar persoalan.
Berdasarkan pengertian itulah, maka Harun mendefinisikan filsafat sebagai :
• Pengetahuan tentang hikmah;
• Pengetahuan tentang prinsip atau dasar-dasar;
• Mencari kebenaran; dan
• Membahas dasar-dasar dari apa yang dibahas.
• Pengetahuan tentang hikmah;
• Pengetahuan tentang prinsip atau dasar-dasar;
• Mencari kebenaran; dan
• Membahas dasar-dasar dari apa yang dibahas.
M. Rasjidi dan Harifuddin Cawidu menyatakan bahwa falsafah (dalam bahasa Arab) berasal dari bahasa Yunani yakni dari kata philosophia, yang terambil dari akar kata philo atau philein yang berarti cinta (loving) dan shopia yang berarti pengetahuan, kebijaksanaan (hikmah atau wisdom). Jadi philosophia artinya cinta kebijaksanaan. Orang yang cinta kepada kebijaksanaan atau pengetahuan atau kebenaran menurut Rasjidi disebut philosophos, dalam bahasa Arab disebut failasuf. Dengan demikian, philosophos atau failasuf adalah orang yang menjadikan pengetahuan sebagai usa dan tujuan hidupnya. Dengan kata lain, philosophos atau failasuf adalah orang yang mengabdikan dirinya kepada pengetahuan dan kebenaran. Rasjidi lebih lanjut menyatakan bahwa meskipun falsafah berasal dari bahasa Yunani sebagai daerah sumber awal kegiatan berfalsafah, tetapi dalam bahasa Arab asli terdapat suatu kata yang mirip dengan makna filsafat, yaitu kata hikmat. Menurut Rasjidi, makna asal dari kata hikmat adalah tali kendali yang digunakan pada seekor kuda untuk mengekang keliarannya. Juga berarti pengetahuan atau kebijaksanaan. Atas dasar itu, maka diambillah kata hikmat sebagai sinonim dari kata filsafat. Karena seseorang yang memiliki hikmat (pengetahuan) itu, seharusnya dapat lebih bijaksana dan dapat membentengi dirinya dari perbuatan rendah dan hina.
Ali Mudhafir berpendapat bahwa kata filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata falsafah (bahasa Arab), philosophy (bahasa Inggris), philosophie (bahasa Jerman, Belanda dan Francis). Menurut Ali Mudhafir, semua kata itu berasal dari bahasa Yunani philosophia. Sedangkan kata philosophia itu sendiri terdiri dari dua suku kata, yakni philein, philos dan sophia. Philein berarti mencintai, philos berarti teman, sophos berarti bijaksana dan sophia berarti kebijaksanaan. Dengan demikian, kata filsafat secara etimologi menurut Mudhafir memiliki dua pengertian yang berbeda. Pertama, istilah filsafat dilihat dari asal kata philein dan sophos, maka ia berarti mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana (filsafat sebagai kata sifat). Kedua, istilah filsafat dilihat dari asal kata philos dan sophia, maka ia berarti teman kebijaksanaan (filsafat sebagai kata benda). Ia sendiri memberikan pendapat yang sangat beragam. Yakni sebagai berikut:
- Filsafat sebagai suatu sikap terhadap kehidupan dan alam semesta
- Filsafat sebagai suatu metode
- Filsafat sebagai kelompok persoalan
- Filsafat sebagai sekelompok teori atau sistem pemikiran
- Filsafat sebagai analisis logis tentang bahasa dan penjelasan makna istilah
- Filsafat merupakan usaha untuk memperoleh pandangan yang menyeluruh
Dari pengertian dan definisi filsafat yang dikemukakan oleh para ahli dan filosof sebagaimana tersebut di atas, dapat dipahami bahwa:
- Filsafat adalah usaha spekulatif yang rasional, sistematik dan konseptual untuk memperoleh pengetahuan atau pandangan yang selengkap mungkin mengenai realitas (kebenaran). Tujuannya adalah untuk mengungkapkan atau menggambarkan dengan kata-kata, hakekat realitas akhir yang mendasar dan nyata.
- Filsafat adalah ikhtiar untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan secara koheren dan menyeluruh (holistic dan comprehensive), sebagaimana yang tampak dari kegiatan filosofis yang mencari sumber, hakikat, keabsahan dan nilai-nilai pengetahuan apapun.
- Filsafat adalah wacana tempat berlangsungnya penelusuran kritis terhadap berbagai pernyataan dan asumsi yang umumnya merupakan dasar suatu pengetahuan.
- Filsafat dapat dipandang sebagai tubuh pengetahuan yang memperlihatkan lepada kita apa yang kita katakan, dan mengatakan kepada kita apa yang kita lihat.
Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas, maka dapat dipahami bahwa ruang lingkup pembahasan filsafat adalah, pertama, kajian yang berkenaan dengan pencarian kebenaran fundamental dengan cara : (a) argumentatif, yakni pemaparan pendapat yang rasional dengan disertai dasar-dasar penalarannya; (b) non-empirik, yakni tidak berdasarkan pemahaman inderawi. Kedua, penalaran filosofis yang umumnya sibuk menanyakan serta menelusuri makna dan penyebab dasar dari berbagai pengetahuan tanpa mengenal batas apapun, baik batas alamiah, apalagi batas buatan manusia, seperti batas ruang, waktu, agama atau kepercayaan, adat istiadat, etnik, ilmu, dan hal-hal lainnya. Penalaran filosofis yang dimaksud adalah penalaran yang selalu mengandung ciri-ciri skeptis (meragukan), menyeluruh (holistic, comprehensive), mendasar (radikal), kritis, dan analitis.
Filsafat adalah upaya manusia untuk menemukan kebenaran hakiki melalui cara berpikir yang sistematis, komprehensif (menyeluruh, meluas), dan radikal (sampai ke akar-akarnya). Melalui berfikir filsafat, diharapkan manusia menjadi lebih mampu bersikap.
- Obyek Filsafat
Obyek adalah sesuatu yang merupakan bahan dari suatu penelitian atau pembentukan pengetahuan. Setiap ilmu pengetahuan pasti mempunyai obyek, yang dibedakan menjadi dua, yaitu obyek material dan obyek formal.
Obyek Material Filsafat
Obyek material filsafat yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, juga segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, baik materi konkret, psisik, maupun yang material abstrak, psikis. Termasuk pula pengertian abstrak-logis, konsepsional, spiritual, nilai-nilai. Dengan demikian obyek filsafat tak terbatas, yakni segala sesuatu yang ada (konkret) dan yang mungkin ada (abstrak).
Obyek Formal Filsafat
Obyek formal filsafat yaitu sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembetukan pengetahuan itu, atau dari sudut mana obyek material itu disorot, yang menyelidiki segala sesuatu itu guna mengerti sedalam dalamnya, atau mengerti obyek material itu secara hakiki, mengerti kodrat segala sesuatu itu secara mendalam (to know the nature of everything). Obyek formal inilah sudut pandangan yang membedakan watak filsafat dengan pengetahuan. Karena filsafat berusaha mengerti sesuatu sedalam dalamnya.
Satu obyek material dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang yang berbeda-beda sehingga menimbulkan ilimu yang berbeda-beda. Misalnya yang menjadi obyek materialnya adalah manusia, bila ditinjau dari sudut pandang yang berbeda-beda maka ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia, diantaranya psikologi, antropologi, soiologi dan lainnya. Dengan demikian pada dasarnya, untuk mengenal esensi suatu ilmu, bukanlah pada obyek materialnya, melainkan pada obyek formalnya.
Menurut Ir. Pudjawijatna, obyek materi filsafat adalah ada dan mungkin ada. Obyek materi filsafat tersebut sama dengan obyek materi dari ilmu seluruhnya. Yang menentukan perbedaan ilmu yang satu dengan yang lainnya adalah obyek formanya, sehingga kalau ilmu membatasi diri dan berhenti pada dan berdasarkan pengalaman, sedangkan filsafat tidak membatasi diri, filsafat hendak mencari keterangan yang sedalam-dalamnya, inilah obyek formal filsafat.
- Sistematik Filsafat
- Ontologi
Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Dalam kaitan dengan ilmu, landasan ontologi mempertanyakan tentang obyek yang ditelaah oleh ilmu, bagaimana wujud hakikinya, serta bagaimana hubungannya dengan daya tangkap manusia yang berupa berpikir, merasa, dan meng-indera yang membuahkan pengetahuan.
Obyek telaah Ontologi tersebut adalah yang tidak terlihat pada satu perwujudan tertentu, yang membahas tentang yang ada secara universal, yaitu berusaha mencari inti yang dimuat setiap kenyataan yang meliputi segala realitas dalam semua bentuknya. Adanya segala sesuatu merupakan suatu segi dari kenyataan yang mengatasi semua perbedaan antara benda-benda dan makhluk hidup, antara jenis-jenis dan individu-individu. Dari pembahasannya memunculkan beberapa pandangan yang dikelompokkan dalam beberapa aliran berpikir, yaitu:
1. Materialisme;
1. Materialisme;
Aliran yang mengatakan bahwa hakikat dari segala sesuatu yang ada itu adalah materi. Sesuatu yang ada (yaitu materi) hanya mungkin lahir dari yang ada.
2. Idealisme (Spiritualisme);
2. Idealisme (Spiritualisme);
Aliran ini menjawab kelemahan dari materialisme, yang mengatakan bahwa hakikat pengada itu justru rohani (spiritual). Rohani adalah dunia ide yang lebih hakiki dibanding materi.
3. Dualisme;
3. Dualisme;
Aliran ini ingin mempersatukan antara materi dan ide, yang berpendapat bahwa hakikat pengada (kenyataan) dalam alam semesta ini terdiri dari dua sumber tersebut, yaitu materi dan rohani.
4. Agnotisisme.
4. Agnotisisme.
Aliran ini merupakan pendapat para filsuf yang mengambil sikap skeptis, yaitu ragu atas setiap jawaban yang mungkin benar dan mungkin pula tidak.
- Epistemologi
Obyek telaah epistemologi adalah mempertanyakan bagaimana sesuatu itu datang dan bagaimana mengetahuinya, bagaimana membedakan dengan yang lain. Jadi berkenaan dengan situasi dan kondisi ruang serta waktu tentang sesuatu hal. Landasan epistemologi adalah proses apa yang memungkinkan mendapatkan pengetahuan logika, etika, estetika, bagaimana cara dan prosedur memperoleh kebenaran ilmiah, kebaikan moral dan keindahan seni, serta apa definisinya. Epistemologi moral menelaah evaluasi epistemik tentang keputusan moral dan teori-teori moral.
Dalam epistemologi muncul beberapa aliran berpikir, yaitu:
Dalam epistemologi muncul beberapa aliran berpikir, yaitu:
1. Empirisme
Yang berarti pengalaman (empeiria), dimana pengetahuan manusia diperoleh dari pengalaman inderawi.
2. Rasionalisme
2. Rasionalisme
Tanpa menolak besarnya manfaat pengalaman indera dalam kehidupan manusia, namun persepsi inderawi hanya digunakan untuk merangsang kerja akal. Jadi akal berada diatas pengalaman inderawi dan menekankan pada metode deduktif.
3. Positivisme
3. Positivisme
Merupakan sistesis dari empirisme dan rasionalisme. Dengan mengambil titik tolak dari empirisme, namun harus dipertajam dengan eksperimen, yang mampu secara obyektif menentukan validitas dan reliabilitas pengetahuan.
4. Intuisionisme
4. Intuisionisme
Intuisi tidak sama dengan perasaan, namun merupakan hasil evolusi pemahaman yang tinggi yang hanya dimiliki manusia. Kemampuan ini yang dapat memahami kebenaran yang utuh, yang tetap dan unik.
- Aksiologi
Aksiologi adalah filsafat nilai. Aspek nilai ini ada kaitannya dengan kategori: (1) baik dan buruk; serta (2) indah dan jelek. Kategori nilai yang pertama di bawah kajian filsafat tingkah laku atau disebut etika, sedang kategori kedua merupakan obyek kajian filsafat keindahan atau estetika.
1. Etika
1. Etika
Etika disebut juga filsafat moral (moral philosophy), yang berasal dari kata ethos (Yunani) yang berarti watak. Moral berasal dari kata mos atau mores (Latin) yang artinya kebiasaan. Dalam bahasa Indonesia istilah moral atau etika diartikan kesusilaan. Obyek material etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia, sedang obyek formal etika adalah kebaikan atau keburukan, bermoral atau tidak bermoral.
Moralitas manusia adalah obyek kajian etika yang telah berusia sangat lama. Sejak masyarakat manusia terbentuk, persoalan perilaku yang sesuai dengan moralitas telah menjadi bahasan. Berkaitan dengan hal itu, kemudian muncul dua teori yang menjelaskan bagaimana suatu perilaku itu dapat diukur secara etis. Teori yang dimaksud adalah Deontologis dan Teologis.
Moralitas manusia adalah obyek kajian etika yang telah berusia sangat lama. Sejak masyarakat manusia terbentuk, persoalan perilaku yang sesuai dengan moralitas telah menjadi bahasan. Berkaitan dengan hal itu, kemudian muncul dua teori yang menjelaskan bagaimana suatu perilaku itu dapat diukur secara etis. Teori yang dimaksud adalah Deontologis dan Teologis.
a. Deontologis.
Teori Deontologis diilhami oleh pemikiran Immanuel Kant, yang terkesan kaku, konservatif dan melestarikan status quo, yaitu menyatakan bahwa baik buruknya suatu perilaku dinilai dari sudut tindakan itu sendiri, dan bukan akibatnya. Suatu perilaku baik apabila perilaku itu sesuai norma-norma yang ada.
b. Teologis
b. Teologis
Teori Teologis lebih menekankan pada unsur hasil. Suatu perilaku baik jika buah dari perilaku itu lebih banyak untung daripada ruginya, dimana untung dan rugi ini dilihat dari indikator kepentingan manusia. Teori ini memunculkan dua pandangan, yaitu egoisme dan utilitarianisme (utilisme). Tokoh yang mengajarkan adalah Jeremy Bentham (1742 – 1832), yang kemudian diperbaiki oleh john Stuart Mill (1806 – 1873).
2. Estetika
Estetika disebut juga dengan filsafat keindahan (philosophy of beauty), yang berasal dari kata aisthetika atau aisthesis (Yunani) yang artinya hal-hal yang dapat dicerap dengan indera atau cerapan indera. Estetika membahas hal yang berkaitan dengan refleksi kritis terhadap nilai-nilai atas sesuatu yang disebut indak atau tidak indah.
Dalam perjalanan filsafat dari era Yunani kuno hingga sekarang muncul persoalan tentang estetika, yaitu: pertanyaan apa keindahan itu, keindahan yang bersifat obyektif dan subjektif, ukuran keindahan, peranan keindahan dalam kehidupan manusia dan hubungan keindahan dengan kebenaran. Sehingga dari pertanyaan itu menjadi polemik menarik terutama jika dikaitkan dengan agama dan nilai-nilai kesusilaan, kepatutan, dan hukum.
Dalam perjalanan filsafat dari era Yunani kuno hingga sekarang muncul persoalan tentang estetika, yaitu: pertanyaan apa keindahan itu, keindahan yang bersifat obyektif dan subjektif, ukuran keindahan, peranan keindahan dalam kehidupan manusia dan hubungan keindahan dengan kebenaran. Sehingga dari pertanyaan itu menjadi polemik menarik terutama jika dikaitkan dengan agama dan nilai-nilai kesusilaan, kepatutan, dan hukum.
- Karakter Berpikir
Berfilsafat berarti berpikir, tetapi tidak semua aktivitas berpikir dapat disebut berfilsafat. Menurut Cecep Sumarna suatu kerangka berpikir tertentu, baru dapat disebut berfilsafat apabila memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:
- Radikal (radix – Yunani), arti dasarnya adalah akar. Jadi berpikir radikal berarti berpikir sampai ke akar-akarnya, tidak tanggung-tanggung, tidak ada sesuatu yang terlarang untuk dipikirkan
- Sistemik, artinya berpikir logis, step by step, penuh kesadaran, berurutan dan penuh tanggung jawab
- Universal, artinya berpikir secara menyeluruh, tidak terbatas pada bagian-bagian tertentu, tetapi mencakup keseluruhan aspek, baik yang kongkrit maupun yang abstrak.
Adapun menurut Ali Mudhofir (1996) ciri-ciri berfikir secara kefilsafatan adalah sebagai berikut:
- Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara radikal.
Radikal berasal dari kata Yunani radix yang berarti akal. Berfikir secara radikal adalah berfikir sampai ke akar-akarnya. Berfikir sampai ke hakekat, esensi atau sampai ke substansi yang dipikirkan.
- Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara universal (umum)
Berfikir secara universal adalah berfikir tentang hal serta proses yang bersifat umum, dalam arti tidak memikirkan sesuatu yang parsial.
- Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara konseptual
- Berfikir kefilsafatan dicirikan secara koheren dan konsisten
- Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara sistematik
- Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara komprehensif
- Berfikir secara kefisafatan dicirikan secara bebas
- Berfikir secara kefilsafatan adalah pemikiran yang bertanggung jawab.
Asal dan Peranan Filsafat
- Asal filsafat
Ada 3 hal yang mendorong manusia untuk berfikir filsafat :
- Keheranan
Banyak filsuf menunjukkan rasa heran (dalam bahasa Yunani thaumasia) sebagai asal filsafat
- Kesangsian
Filsuf lain, misalnya Agustinus (254-430 M) dan Rene Descrates (1596-1650 M) menunjukkan kesangsian sebagai sumber utama pemikiran.
- Kesadaran akan keterbatasan
Manusia mulai berfilsafat jika ia menyadari bahwa dirinya itu sangat kecil dan lemah terutama bila di bandingkan dengan alam sekelilingnya.
- Peranan filsafat
- Pendobrak
Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan
- Pembebas
Filsafat membebaskan manusia dari segala jenis “penjara” yang mempersempit ruang gerak akal budi manusia
- Pembimbing
Bagaimanakah filsafat dapat membebaskan manusia dari segala jenis “penjara” yang hendak mempersempit ruang gerak akal budi manusia itu.3
Ciri Khas Berfikir Kefilsafatan
1.Sebagai pemikir dan menjadi kritisnya manusia terhadap dirinya sendiri
2.Sebagai pemikir dalam dunia yang difikirkan
Dalam memikirkan masalah-masalah itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
a. Adanya inter-relasi (saling hubungan) diantara jawaban kefilsafatan
b. Pikiran yang filosofis haruslah runtut (coherent)
Dibawah ini beberapa hukum berfikir yang dapat dijadikan sebagai patokan :
1. Hukum identitas, bunyinya : “sesuatu benda adalah benda itu sendiri“, artinya, bahwa arti dari sesuatu benda tetap sama selama benda itu dipikirkan
2. Hukum kontradiktif, bunyinya “sesuatu benda tidak bisa menjadi benda itu sendiri dan benda lain pada waktu yang sama”. Maksudnya adalah bahwa dua sifat yang berlainan tidak mungkin ada pada suatu benda pada waktu dan tempat yang sama.
3. Hukum penyisihan jalan tengah, bunyinya “segala sesuatu harus positif atau negative. A pastilah B atau bukan B. artinya, sifat yang berlawanan tidak mungkin kedua-duanya dimiliki oleh suatu benda. Yang mungkin adalah hanya salah satu yang bisa dimiliki.
Sedangkan menurut Jujun S. Suriasumantri bahwa ciri-ciri berpikir filosofis adalah:
- Sifat berpikirnya menyeluruh. Seorang filosof tidak puas mengenal ilmu hanya dari perspektif ilmu itu sendiri, tetapi ia ingin melihat hakikat ilmu itu dalam perspektif yang lain. Ia ingin menghubungkan ilmu itu dengan aspek-aspek lainnya. Ia ingin mengetahui kaitan ilmu dengan moral dan kaitan ilmu dengan agama. Ia ingin meyakini apakah ilmu yang diketahuinya itu dapat membawa manfaat atau tidak.
Artinya, Pemikiran yang luas karena tidak membatasi diri dan bukan hanya ditinjau dari satu sudut pandang tertentu. Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu - ilmu yang lain, hubungan ilmu dan moral, seni dan tujuan hidup.
- Sifat berpikirnya mendasar. Seorang filosof tidak percaya begitu saja kebenaran ilmu yang diperolehnya. Ia selalu ragu dan mempertanyakannya; Mengapa ilmu dapat disebut benar ? Bagaimana proses penilaian berdasarkan kriteria tersebut dilakukan ? Apakah kriteria itu sendiri benar ? Lalu benar itu sendiri apa ? Seperti sebuah lingkaran dan pertanyaan-pertanyaan pun selalu muncul secara berkelindan.Artinya, pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial obyek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai dan keilmuan. Jadi, tidak hanya berhenti pada periferis. ( Kulitnya ) saja, tetapi sampai tembus ke kedalamannya
- Sifat berpikirnya spekulatif. Seorang filosof melakukan spekulasi terhadap kebenaran. Sifat spekulatif itu pula seorang filosof terus melakukan uji coba lalu melahirkan sebuah pengetahuan dan dapat menjawab pertanyaan terhadap kebenaran yang dipercayainya.
Berdasarkan ciri-ciri filsafat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa berfilsafat adalah suatu aktivitas yang menggunakan potensi akal seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya tanpa dibatasi oleh sesuatu apapun secara radikal, tersistematis, universal dan menyeluruh serta bersifat spekulatif dan mendasar dalam mengungkap hakikat suatu kebenaran.
Artinya, hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Hasil pemikirannya selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk menjelajah wilayah pengetahuan yang baru. Meskipun demikian, tidak berarti hasil pemikiran kefilsafatan itu meragukan, karena tidak pernah mencapai penyelesaian.
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi, Asmoro. 2005. Filsafat Umum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sudarsono. 2004. Filsafat Islam. Jakarta: PT Rineka Cipta
Surajiyo. 2007. Ilmu Filsafat. Jakarta: PT Bumi Aksara.
by : Kudabayor.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)
